ELEMENT
KOMUNIKASI
Komunikator
adalah individu atau kelompok yang menyampaikan pesan (message). Dia yang
mempunyai inisiatif terjadinya komunikasi dan lebih dari itu dialah yang
mengarahkan proses komunikasi.
Komunikan
adalah individu atau kelompok yang menerima pesan verbal dan atau nonverbal
dalam bentuk simbol yang kemudian diubah oleh otak atau pikiran menjadi makna
simbol. Tidak selamanya makna yang disampaikan oleh komunikator sama dengan
yang digunakan oleh komunikan. Kedua individu yang terlibat komunikasi tersebut
(komunikator dan komunikan) dapat saling berganti peran menjadi penerima dan
pengirim pesan. Dalam hal yang demikian komunikasi berlangsung two-way communiction. Dengan komunikasi
yang berlangsung dua arah tersebut dapat diketahui efektivitasnya.
Pesan (message).
Ketika komunikasi interpersonal, kelompok atau publik berlangsung partisipan
kominikasi mengirim dan menerima pesan baik secara verbal maupun nonverbal. Apa
yang dikatakan partisipan komunikasi, kata-kata yang digunakan menyatakan
perasaan, pikiran, nada suara dan kecepatan kecepatan yang dibuat, cara berdiri
atau duduk dan gerakan anggota tubuh yang tampak, ekspresi wajah, bahkan
barangkali pakaian, bau serta sentuhan, semuanya merupakan informasi yang
disampaikan. Pesan, jika dikaji lebih mendalam mempunyai tiga element yakni:
makna, simbol yang digunakan untuk menyatakan makna dan organisasi atau susunan
pasan.
Saluran (Channel, media), adalah
alat yang digunakan dalam menyampaikan simbol atau kode. Kata-kata yang
dikirimkan dari satu orang kepada orang lain melalui gelombang udara, sedangkan
ekspresi wajah, isyarat, gerakan tubuh tersampaikan melalui gelombang cahara.
Panca indra manusia dapat digunakan sebagai saluran mengirim dan menerima pesan
pengelihatan, suara, cahaya, rasa, bau dan pesan sentuhan. Dengan demikian
proses komunikasi berlangsung dengan dan melalui multi-channel, karena ketika berlangsung partisipan komunikasi
menggunakan inderanya.
Efek adalah
perubahan yang terjadi pada komunikan, baik dalam bentuk perubahan pengetahuan,
sikap (cara berpikir, perasaan, kesukaan dan kecenderungan bertindak, covert),
maupun perilaku atau tindakan nyata (overt).
Feedback (umpan
balik) adalah respon, reaksi atau jawaban komunikan terhadap stimuli atau
perasaan yang dikirimkan oleh komunikator, apakah respon tersebut sesuai dengan
yang dikehendaki atau tidak. Jika respon tidak sesuai dengan yag dimaksud
komunikator walapun dia mendengar, melihat, maka komunikator akan mengulangi
penyampaian pesannya dengan simbol atau cara yang berbeda yang diperkirakan
dipahami oleh komunikan, sampai tidak terjadi lagi salah pengertian tentang
makna simbol. Berdasarkan umpan balik yang diterima, komunikator akan
memperbaiaki simbol-simbol yang disampaikan, sehingga terjadi komunikasi yang
efektif dalam arti komunikan mengerti apa yang dimaksud komunikator. Lebih jauh
komunikan lalu berperilaku seperti yang dikehendaki komunikator.
Encoding (membuat
kode), proses mengubah keinginan, ide atau perasaan menjadi simbol atau kode
untuk disampaikan kepada orang lain (komunikan).
Decoding, proses
mengubah simbol atau kode yang diterima menjadi makna (meaning), melalui
penafsiran.
Field of experience.
Partisipan komunikasi mempunyai field of
experience yakni seperangkat pengalaman, pengetahuan, ide, perasaan, nilai,
norma, agam, ideologi, falsafah hidup, pekerjaan, gerak hati, yang selalu
terlibat dan berinteraksi denagn efek komunikasi yang akan ditimbulkan.
Pesan-pesan yang disampaikan komunikator selalu terkait dan dipengaruhi oleh field of experience, sehingga
berpengaruh atau terbawa ketika berkomunikasi menjadi partisipan komunikasi.
Frame of referance, adalah
kerangka rujukan dalam arti sesuatu atau orang yang dianggap penting
(significant others). Komponen ini bisa berupa ajaran agama, tokoh masyarakat
yang dihormati, yang berfungsi sebagai dasar dalam persepsi memberi makna pada
stimulus pesan yang diterima.
Sumber: Teori
Kominikasi dan Strategi Dakwah karya Prof. Dr. Hamidi, M.Si