Sabtu, 20 April 2013

ELEMENT KOMUNIKASI

Komunikator adalah individu atau kelompok yang menyampaikan pesan (message). Dia yang mempunyai inisiatif terjadinya komunikasi dan lebih dari itu dialah yang mengarahkan proses komunikasi.

Komunikan adalah individu atau kelompok yang menerima pesan verbal dan atau nonverbal dalam bentuk simbol yang kemudian diubah oleh otak atau pikiran menjadi makna simbol. Tidak selamanya makna yang disampaikan oleh komunikator sama dengan yang digunakan oleh komunikan. Kedua individu yang terlibat komunikasi tersebut (komunikator dan komunikan) dapat saling berganti peran menjadi penerima dan pengirim pesan. Dalam hal yang demikian komunikasi berlangsung two-way communiction. Dengan komunikasi yang berlangsung dua arah tersebut dapat diketahui efektivitasnya.

Pesan (message). Ketika komunikasi interpersonal, kelompok atau publik berlangsung partisipan kominikasi mengirim dan menerima pesan baik secara verbal maupun nonverbal. Apa yang dikatakan partisipan komunikasi, kata-kata yang digunakan menyatakan perasaan, pikiran, nada suara dan kecepatan kecepatan yang dibuat, cara berdiri atau duduk dan gerakan anggota tubuh yang tampak, ekspresi wajah, bahkan barangkali pakaian, bau serta sentuhan, semuanya merupakan informasi yang disampaikan. Pesan, jika dikaji lebih mendalam mempunyai tiga element yakni: makna, simbol yang digunakan untuk menyatakan makna dan organisasi atau susunan pasan.

Saluran (Channel, media), adalah alat yang digunakan dalam menyampaikan simbol atau kode. Kata-kata yang dikirimkan dari satu orang kepada orang lain melalui gelombang udara, sedangkan ekspresi wajah, isyarat, gerakan tubuh tersampaikan melalui gelombang cahara. Panca indra manusia dapat digunakan sebagai saluran mengirim dan menerima pesan pengelihatan, suara, cahaya, rasa, bau dan pesan sentuhan. Dengan demikian proses komunikasi berlangsung dengan dan melalui multi-channel, karena ketika berlangsung partisipan komunikasi menggunakan inderanya.

Efek adalah perubahan yang terjadi pada komunikan, baik dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap (cara berpikir, perasaan, kesukaan dan kecenderungan bertindak, covert), maupun perilaku atau tindakan nyata (overt).

Feedback (umpan balik) adalah respon, reaksi atau jawaban komunikan terhadap stimuli atau perasaan yang dikirimkan oleh komunikator, apakah respon tersebut sesuai dengan yang dikehendaki atau tidak. Jika respon tidak sesuai dengan yag dimaksud komunikator walapun dia mendengar, melihat, maka komunikator akan mengulangi penyampaian pesannya dengan simbol atau cara yang berbeda yang diperkirakan dipahami oleh komunikan, sampai tidak terjadi lagi salah pengertian tentang makna simbol. Berdasarkan umpan balik yang diterima, komunikator akan memperbaiaki simbol-simbol yang disampaikan, sehingga terjadi komunikasi yang efektif dalam arti komunikan mengerti apa yang dimaksud komunikator. Lebih jauh komunikan lalu berperilaku seperti yang dikehendaki komunikator.

Encoding (membuat kode), proses mengubah keinginan, ide atau perasaan menjadi simbol atau kode untuk disampaikan kepada orang lain (komunikan).

Decoding, proses mengubah simbol atau kode yang diterima menjadi makna (meaning), melalui penafsiran.

Field of experience. Partisipan komunikasi mempunyai field of experience yakni seperangkat pengalaman, pengetahuan, ide, perasaan, nilai, norma, agam, ideologi, falsafah hidup, pekerjaan, gerak hati, yang selalu terlibat dan berinteraksi denagn efek komunikasi yang akan ditimbulkan. Pesan-pesan yang disampaikan komunikator selalu terkait dan dipengaruhi oleh field of experience, sehingga berpengaruh atau terbawa ketika berkomunikasi menjadi partisipan komunikasi.

Frame of referance, adalah kerangka rujukan dalam arti sesuatu atau orang yang dianggap penting (significant others). Komponen ini bisa berupa ajaran agama, tokoh masyarakat yang dihormati, yang berfungsi sebagai dasar dalam persepsi memberi makna pada stimulus pesan yang diterima.

Sumber: Teori Kominikasi dan Strategi Dakwah karya Prof. Dr. Hamidi, M.Si

Tidak ada komentar:

Posting Komentar